|
A
|
ku adalah seorang siswa, yang masih
duduk di bangku kelas 7. Prestasiku sewaktu kelas 1 dan kelas 2 MIN tidak begitu menonjol. Pada
waktu Penilain Tengah Semester (PTS) ada mata pelajaran yang nilainya paling
kecil di antara nilai ulanganku yaitu di mata pelajaran Fiqih. Seingatku aku mendapatkan
nilai 70 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 80 pada saat itu bundaku marah dan merobek
ujianku.
![]() |
| ilustrasi dakwatuna.com |
Sejak saat itu aku jarang memberitahu nilai
ulanganku baik itu harian maupun Penilaian Akhir Semester (PTS). Bundaku mulai
menyadari ternyata apa yang dilakukannya adalah salah sehingga secara pelan-pelan
ia memberitahuku. Supaya aku lebih giat lagi belajar dan bundaku juga tidak
pernah marah lagi jika aku mendapatkan nilai kecil. Bunda hanya memberi motivasi kepadaku.
Dari motivasi bunda aku mulai merubah
cara belajarku dan lebih bersemangat. Pada akhirnya ketika aku duduk di bangku
kelas 3 MIN bundaku membiarkanku belajar dengan caraku sendiri yaitu belajar
sambil mendengarkan musik dan dengan cara merangkum semua materi sebelum ujian.
Tibalah pada saat pengambilan rapor aku mendapatkan peringkat 1 padahal ketika
itu aku berfikir peringkatku di atas 10.
Pada saat pulang sekolah aku dijemput sama
bundaku biasanya ayahku yang jemput, pada saat di motor bundaku bertanya “bagaimana
nilainya”? awalnya aku mau kasih tahu bundaku pada saat di rumah, tapi aku
tipikal orang yang kalau dapat sesuatu selalu ingin segera disampaikan. Aku
berkata kepada bundaku “Hani dapat rangking 1“ seketika bundaku tidak percaya
dengan omonganku. Terus bundaku bertanya mana rapornya? aku serahkan raporku
kepada bunda. Bunda tidak menyangka dan terharu ternyata kesalahan yang dahulu
merupakan pelajaran yang berharga bagi bunda.
Semenjak itu bunda sangat percaya
denganku sehingga bunda hanya sering mengingatkan agar aku tidak kebablasan
bermain HP. Jika prestasiku menurun bunda hanya mengingatkan dan tidak pernah
marah seperti dulu bunda selalu mengingatkan jika rajin belajar maka
prestasinya akan bagus tapi jika malas maka hasilnya buruk. Suatu ketika bunda
menawarkanku untuk mengikuti lomba TIK untuk tingkat SD. Tapi aku tidak pernah
tertarik setiap bunda menawarkan untuk mengikuti lomba. Padahal bundaku adalah
guru TIK SMP yang sering membimbing siswanya lomba dan sering juara di tingkat
kabupaten.
Hampir setiap hari bunda meyakinkan aku
agar mengikuti lomba TIK tapi aku tetap saja tidak mau. Suatu hari disekolahku
sedang ada seleksi peserta lomba Olimpiade untuk semua mata pelajaran termasuk
TIK. Di sekolahku bagi yang mendapatkan rangking 5 besar di setiap kelas 5A-5C mengikuti
seleksi. Ada 15 siswa yang mengikuti semua tes mata pelajaran. Setelah
mengikuti tes pada hari Jumat ada nama-nama yang dipanggil untuk ke musola. Aku kaget ada namaku disebut, ku pikir aku
tidak dapat mengikuti lomba.
Pada saat di musola kami yang mengikuti tes dikasih tahu siswa yang terpilih untuk mewakili sekolah
dalam setiap mapel. Ternyata aku diikuti lomba TIK. Sebenarnya sebelum aku terpilih
untuk mewakili sekolah di bidang TIK, orang tuaku sudah sering bilang kepadaku
“Ayo belajar TIK!, Hani sebentar lagi ada lomba TIK ayo belajar!” aku tidak
pernah mau. Tapi dari hasil tes ternyata aku terpilih untuk mewakili lomba TIK.
Sewaktu pulang sekolah aku mengatakan
kepada ayahku
“Yah, Hani kepilih ikut lomba TIK”
seketika ayahku tidak percaya dengan perkataanku.
“,Kok bisa kepilih kan nggak pernah
belajar TIK disuruh juga nggak pernah mau”
“Nggak tahu, kok bisa kepilih” jawabku.
Aku mulai latihan lomba dari bulan
November sedangkan lomba akan dilaksanakan pada bulan Maret. Di bulan Pebruari
bundaku ke kampung halamannya selama 2 minggu karena kakekku sedang sakit
keras. Pada tanggal 9 Maret bundaku pulang ke Bali lagi karena tanggal 12 aku
akan mengikuti lomba. Pada saat itu sekitar jam 23.00 lebih kami mendapat kabar
jika kakek telah meninggal. Bundaku langsung mengatakan ke ayahku bahwa bunda
harus pulang ke kampung halamannya lagi.
Padahal tanggal 12 maret aku harus
mengikuti lomba. Pada saat itu kita semua bingung siapa yang mau mengantarkan
bunda ke bandara karena dari rumahku ke bandara sekitar 4 jam. Pada akhirnya
ayahku menyewa sopir dan bundaku meyakinkan aku agar mengkuti saja olimpiade karena
sudah latihan cukup lama.
Di sekolah kami seluruh siswa disuruh
berkumpul dan disuruh mendoakan agar yang ikut lomba mendapatkan juara setelah
itu kami yang mengikuti lomba masuk ke mobil sekitar 20 menit perjalanan
akhirnya sampai di tempat lomba . Aku mendapatkan nomor K13 setelah itu semua siswa yang mengikuti lomba disuruh memasuki
ruangan sesuai lomba yang diikuti, aku memasuki ruangan dengan perasaan deg-degan.
Lomba pun dimulai saat mengetik para
juri berkeliling untuk melihat bagaimana peserta mengetik. Peserta di beri soal
Ms.Word dan Ms.Excell, bagi yang selesai diperbolehkan keluar aku melihat
teman-temanku mengerjakan soal mereka. Pada pukul 12.30 kami ke camp pramuka kami makan siang di sana
setelah itu kami kembali ke sekolah. Pengumuman dilaksanakan 2 hari kemudian
setelah lomba.
Pada saat pulang dari rumah aku
langsung solat zuhur dan berdoa agar aku memenangkan lomba ini dan pada tanggal
14 maret 2019 pengumuman juara. Pada saat kami sampai di tempat pengumuman
lomba kami disuruh berbaris berdasarkan sekolahnya aku melihat teman-teman pada
berdoa agar memenangkan lomba. Tibalah pengumuman juara olimpiade TIK aku
sangat deg-degan ketika pembawa acara membacakan “yang mendapatkan juara 1
olimpiade TIK adalah Raihani Aulia Setiawan Min 3 Jembrana” seketika itu aku
sangat senang dan teman-temanku mengucapkan selamat kepadaku .
Dari sini aku belajar jika belajar
bersungguh-sungguh maka kita akan mendapatkan prestasi. Selain itu sebagai orang
tua tidak boleh memaksakan kehendak kepada anaknya tapi anak juga harus
mematuhi dan mendengarkan perkataan orang tua, karena orang tualah yang lebih
mengerti bakat anaknya. Jika saling memahami antara anak dan orang tua maka
hasil yang dicapai jauh lebih memuaskan.
SALING MEMAHAMI ANTARA ANAK DAN ORANG TUA
Reviewed by Raihani
on
Agustus 23, 2020
Rating:
Reviewed by Raihani
on
Agustus 23, 2020
Rating:

Kerenn nakk.....
BalasHapusMakasih bu Elly sudah berkunjung di blog saya
Hapus