About

banner image

Social Icons

Pembelajaran Di Masa Pandemi Harus Fleksibel


PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI HARUS FLEKSIBEL
Raihani Aulia Setiawan



Menteri Pendidikan Republik Indonesia Pak Nadiem Anwar Makarim mengatakan “Jika sekolah sudah mau di buka orang tua bisa melarang anaknya untuk ke sekolah jika merasa tidak nyaman dan mereka boleh melanjutkan PJJ jika orang tua tidak memberikan izin untuk masuk sekolah tatap muka, keputusan ada di orang tua”.

Pada bulan Juli Kabupaten Jembrana berada di zona kuning dan menetapkan siswa belajar dari rumah. Pada tanggal 13 Juli 2020 saya masuk MTS sebagai siswa baru. Selama 3 hari sekolah saya mengadakan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama)  atau Masa Orientasi Siswa (MOS). Masa pengenalan ini dilaksanakan melalui daring yaitu menggunakan Whatsapp Group.

Pada saat itu pengenalan guru hanya melalui link YouTube. Tanggal 20 Juli 2020 kami baru aktif belajar  secara daring. Wali kelas membagikan username dan password untuk masuk ke web e-learning sekolah. Saat mendengar itu saya sangat bingung. Apa itu e-learning? Maklum dari  SD ke SMP saya belum mengerti e-learning dan bukan saya sendiri yang bingung hampir semua teman saya juga tidak mengerti dengan e-learning. Mereka malahan bertanya pada saya bersyukur saya sudah terbiasa menggunakan internet sehingga saya cepat beradaptasi dengan e-learning.

Pada saat pertama kali saya mengenal aplikasi e-learning sekolah, saya kaget saya merasa seperti mahasiswa bukan murid siswa kelas VII SMP. Absen, video conference, upload tugas semua di aplikasi e-learning. Saya benar-benar kebingungan saya belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman sekelas. Perkenalan hanya melalui Whatsapp.

Aplikasi e-learning di sekolah saya sudah cukup lengkap ada absen, tugas k13 pengetahuan, k14 keterampilan, video conference, bahan ajar dan sebagainya. Tapi ada yang kurang praktis yaitu setiap saya mengirim tugas yang lebih dari 1 gambar harus mengirim satu per satu. Sehingga saya juga harus berpikir bagaimana caranya agar saya bisa mengirim sekaligus. Akhirnya saya temukan cara memasukan semua tugas saya di Ms.Word sehingga bisa mengirim dalam 1 file. Sedangkan jika mengirim pesan suara ke e-learning harus di rubah dulu karena di HP saya format mp3 sedangkan di web e-learning format mp3 tidak tersedia, saya belajar lagi cara merubahnya.

Untuk video hanya dibatasi 100 MB sedangkan guru-guru biasanya menyuruh setoran hafalan dan mengirim dalam bentuk video padahal kapasitasnya lebih dari 100 MB, akhirnya saya belajar lagi cara memotong video. Tapi menurut saya untuk siswa kelas 7 tugas seperti ini cukup berat kecuali siswa yang sudah terbiasa dengan teknologi bagi siswa yang tidak terbiasa dengan teknologi pasti dia akan kebingungan mau bertanya kepada siapa.

Belajar dari rumah adalah salah satu solusi di masa pandemi, setidaknya siswa masih tetap mendapatkan pelajaran dalam kondisi seperti ini semua harus memaklumi baik itu siswa, guru, orangtua karena ini demi kebaikan kita bersama. Tapi setidaknya janganlah materi yang diberikan terlalu membebani siswa. Saya terkadang merasa berat sekali mengerjakan tugas sehari 4 mata pelajaran dengan berbagai aplikasi yang baru saya kenal.
Mari kita berdoa  bersama-sama semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga bisa belajar lagi di sekolah. Selama pandemi ini saya belum merasa menjadi siswa SMP karena belum pernah menggunakan seragam ke sekolah. 

***

Materi Webinar Pembelajaran Adaptif, Fleksibel dan Akomodatif



Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 lainnya dapat di simak melalui link Cerdas Berkarakter Kemdikbud
Pembelajaran Di Masa Pandemi Harus Fleksibel Pembelajaran Di Masa Pandemi Harus Fleksibel Reviewed by Raihani on September 09, 2020 Rating: 5

11 komentar:

  1. Sabar ya nak, semoga pandemi segera berakhir. Ambil hikmah dalam setiap kejadian. Tulisannya keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bunda terimakasih sudah berkunjung dan menyemangati

      Hapus
  2. Semoga pandemi cepat berakhir, agar anak2 belajar seperti biasanya, tetap semangat 💪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak, sudah mampir dan menyemangati

      Hapus
  3. Menjadi kreatif dikala kondisi terjepit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak indonesia harus kreatif dikala pandemi ini, Terimakasih sudah berkunjung bunda

      Hapus
  4. Smga keadaan ini cpt berlalu..hingga dpt kmbli bljar..d sklh...

    BalasHapus
  5. Ceritanya menarik, semoga pendemi covid-19 segera berakhir dan hani.bisa bersekolah dengan riang gembira amin...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.